Mangga Podang Kediri

mangga podangSentra produksi mangga podang di Kediri terdapat di Kecamatan Semen, Banyakan, Grogol, Tarokan dan Mojo.

Saat ini tanaman mangga Podang telah berkembang di Kabupaten Kediri dengan jumlah produksi 559.050 kwintal, berada diperbukitan sebagai tanaman konservasi pada lahan kering dan sebagai tanaman pekarangan yang diantaranya terdapat mangga. Walaupun rata-rata tanaman telah berumur ratusan tahun, namun mampu berproduksi sekitar 60-200 kg/pohon.

Terdapat tiga varietas mangga Podang asal Kediri, yaitu Mangga Podang Urang (warna kulit buah merah jingga, rasa buah manis-segar), Mangga Podang Lumut ( Warna kulit buah kuning kehijauan, rasa buah manis-agak asam), Mangga Podang Nanas (warna kulit buah kuning, rasa buah manis-agaka asam). Dari ketiga varietas tersebut yang paling menarik penampilannya dan enak rasa buahnya adalah Mangga Podang Urang.

Kekhasan Mangga Podang urang terutama pada penampilan warna kulit buah merah jingga, daging buah jingga, bentuk buah cantik, ukuran buah tidak terlalu besar (sekitar 200-250 g/buah), rasa buah manis, aroma buah tajam, serat halus, dan cukup banyak mengandung air sehingga sesuai untuk buah segar maupun olahan.

Mangga Podang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan berpeluang untuk diekspor ke berbagai negara. Mangga Podang cukup prospektif untuk memenuhi permintaan konsumen dari Korea, Jepang, dan Singapura yang menyukai mangga berpenampilan menarik dengan rasa buah campuran manis dan sedikit masam.

Petani pada umumnya menjual mangga podang dalam bentuk segar kepada penebas/pedagang pengumpul. Namun saat ini mangga Podang telah dikembangkan menjadi berbagai macam produk olahan yang ekonomis. Mangga Podang dapat diolah menjadi beberapa produk seperti juice, minuman sari mangga, sirup, dodol, jelly, manisan, keripik, leather dan puree. Produk-produk tersebut djadikan sebagai oleh-oleh khas dari Kediri sebagai penghasil mangga Podang. Dengan mengolah mangga Podang menjadi berbagai macam olahan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya, serta dapat mengatasi krisis financial global yang menyangkut komoditi lokal.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel